The Puppet Caliphs and the Titular Heads of State: the 'Abbasid Caliphate Under the Buyids' Reign

Fauzan Saleh
* IAIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2004.421.1-33

Abstract


Kekhalifahan Abbasiyah yang berlangsung selama lima abad lebih telah
mengalammi masa pasang surut dengan dinamika yang tinggi. Di masa
kejayaannya, kekhalifahan Abbasiyah  merepresentasikan zaman
keemasan Islam dengan kemajuan peradabannya. namun dalam masa
surutnya, Abbasiyah telah jatuh dalam dominasi penguasa asing,
termasuk amir al-umara' dari dinasti Buyid. Para penguasa militer yang
mestinya tunduk kepada khalifah ini justru telah memainkan peran yang
jauh lebih menentukan, bahkan lebih berkuasa dari khalifah sendiri.
Hal ini terjadi karena lemahnya posisi khalifah, sehingga hampir seluruh
hak dan kewenangannya di ambil alih oleh penguasa militer tersebut.

Dalam kondisi seperti itu menurut al-Mawardi,khalifah seperti itu tidak berhak lagi menduduki
jabatannya dan ia harus diturunkan. Namun, meskipun para khalifah
Abbasiyah telah kehilangan kekuasaan eksekutifnya, mereka ternyata
masih dapat mempertahankan kedudukan mereka, bahkan hingga jauh
setelah kekuasaan dinasti Buyid itu sendiri hancur. Bagi kaum Sunni,
seperti apapun bentuknya, keberadaan khalifah harus tetap
dipertahankan sebagas simbol pemerintahan yang sah dan sebagai
manifestasi dari kesatuan seluruh amat Islam.

Keywords


puppet caliphs, vizierate, amir al-umma', administration of revenue, the state expenditure.

Full Text:

PDF




Copyright (c) 2004 Fauzan Saleh

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.