Cultural and Intellectual Exchange Between the Ottoman Egypt and the Rest of the Arab Muslim World in the Eighteenth - Early Nineteenth Century

Svetlana Kirillina
* Moscow State University, Russian Federation

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2004.421.35-39

Abstract


 

Tulisan ini membabas tentang pertukaran kultur dan intelektual yang terjadi di Mesir Usmani dan beberaba bagian dunia Muslim Arab pada abad ke-l8 M -awal abad ke-19 M, yang digambarkan oleh sebagian peneliti sebagai 'Abad Kegelapan" di mana terjadi "stagnasi", "degradasi"dan "anabiosis" dalam kehidupan sosial di Timur Tengah dan Mesir khususnya. Menarut penulisnya, penggambaran yang menyedihkan dan tanpa harapan tentang masyarakat Mesir itu dapat dianggap sebagai sesuatu yang berlebihan atau suatu pendekatan yang terlalu menyederhanakan  persoalan tentang sejarah bangsa Mesir.

Padahal selama periode tersebut, telab terjadi hubangan yang intensif di antara Mesir Usmani dan dunia Muslim lainnya. Berlandaskan pada sumber data historis yang berupa kronik-kronik bangsa Mesir Usmani, didukung oleh ringkasan-ringkasan hagiografis dan bibliografs, dapat dibuktikan bahwa telah terjadi pertukaran kultural dan intelektual yang intensif di pusat-pusat pendidikan terkenal di Istanbul, Damaskus, Jerusalem, Tunisia, Algeria, Maroko, Mekkah, Madinah dan Mesir.


Keywords


history, cultural exchange, Ottoman Egypt, Muslim World.

Full Text:

PDF




Copyright (c) 2004 Svetlana Kirillina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.