Islamic Radicalism in Southeast Asia: With Special Reference to the Alleged Terrorist Organization, Jamā'ah Islāmiyah

Akh Muzakki
* IAIN Sunan Ampel, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2004.421.61-87

Abstract


Pemboman WTC 11 September 2001 telah melahirkan sebuah stigma
terhadap Islam, yaitu teroris dan al-Qaeda sebagai tertaduh. Di Asia
Tenggara, kasus bom Bali juga mengidentifikasi adanya jaringan al-Qaeda
yang kemudian dikenal dengan nama Jama'ah Islamiyah. Banyak teori yang
dikemukakan oleh ilmuwan-ilmuwan di berbagai belahan dunia tentang
fenomena radikalisme Islam ini. Di antara teori tersebut mengatakan
bahwa radikalisme agama yang terjadi di berbagai belahan dunia
merupakan resistensi agama terhadap lsu modernisasi dunia. Di Asia
Tenggara, munculnya radikalisme Islam lebib dipicu oleh sikap sikap
permerintah terhadap umat Islam. Walaupun demikian, Jama'ah Islamiyah
tetap merupakan misteri; eksistensinya tidak bisa dibuktikan, namun
fenomenanya ada di mana-mana. Banyak pihak akhirnya mengaitkan
keberadaan Jama'ah Islamiyah dengan keberadaan berbagai pesantren
garis keras di Indonesia. Artikel ini berusaha untuk mengidentifikasi
hubungan antara keberadaan organisasi Jama'ab Islamiyab dengat
kelompok-kelompok teroris yang akhir-akhir ini telah memperburuk citra
Islam.

Keywords


Islamic Radicalism, al-Qaedam Jama'ah Islamiyah, Terorist Groups, Structural Connection.

Full Text:

PDF




Copyright (c) 2004 Akh Muzakki

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.