The Veil at the Crossroads: Muḥammad Saʻīd al-‘Ashmāwī and The Discourse on the Ḥijāb in Egypt

Mohamad Abdun Nasir
* STAIN Mataram, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2004.421.89-131

Abstract


Jilbab telah menjadi isu kontroversial yang mengakibatkanp perdebatan sengit di kalangan feminis, Islamis maupun kelompok Liberal-sekuralis di Mesir. Muḥammad Saʻīd al-Ashmāwi melihat jilbab telah dibelokkan arah oleb kelompok Islam radikal dari masalah agama ke masalah politik untuk mencap kafir wanita Muslim yang menolak jilbab. Inilah yang menjadikan ketidaksetujuan ‘Ashmā-wī. Kelompok lslam radikal dianggap telah  memanipulasi agama demi tercapai kepentingan-kepntingan idiologis politik mereka. Dari situ Ashmāwī kemudian membuat counter discourse tentang jilbab. Menurutnya jilbab tidak wajib. Bagi dia tidak semua ayat-ayat al-Qur'an bersifat umurn, dan sebagian dari mereka bersifat spesifik yang terkait dengan kondisi tertentu. Ayat-ayatt tentang jilbab masuk dalam kategori ini dan interpretasi terhadap ayat-ayat tersebut harus dikaitkan dengan konteks sebab turunnya ayat (asbāb al nuzūl).

 


Keywords


ḥijāb, jilbab, khimār, the veil, feminism, Muslim discourses, asbāb al-nuzūl

Full Text:

PDF




Copyright (c) 2004 Mohamad Abdun Nasir

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.