Mafhūm al-Tasāmuḥ ‘inda Ibn Ḥazm al-Andalūsi

Zuhri Zuhri
* UIN Sunan Kalijaga, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2012.502.485-508

Abstract


Ibn Hazm al-Andalusi (w. 1064) merupakan salah satu ilmuwan Islam terbesar pada era pertengahan. Dia merupakan seorang ahli fiqh, filosof, sejarawan, dan ahli tentang studi agama-agama dan aliran-aliran teologis dalam Islam. Ibn Hazm menjadi sosok fenomenal karena metode dan materi kajian-kajian yang ia geluti memiliki kekhasan yang membedakan dengan kajian-kajian keilmuan pada umumnya. Kekhasan ini kemudian menjadi daya tarik para ilmuwan modern untuk menelaah pemikiran Ibn Hazm. Namun, karena metodologi yang digunakan kebanyakan filologi, ada asumsi seolah-oleh Ibn Hazm jauh dari dimensi humanistik seperti toleransi dalam kajian-kajiannya terutama tentang studi agama-agama. Makalah ini berusaha membuktikan sebaliknya. Ibn Hazm merupakan salah satu tokoh yang menekankan pentingnya toleransi baik dari sisi agama maupun kemanusiaan. Hal itu dibuktikan dari penelurusan atas realitas social dimana ia hidup, sejarah perkembangan kepribadian, dan bahkan ambisi politik Ibn Hazm yang mengharuskan dia untuk melangkah dan berfikir dalam nilai-nilai toleransi


Keywords


Ibnu Hazm, tolerance,

Full Text:

PDF




Copyright (c) 2012 Zuhri Zuhri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.