Sharā’it Fahm al-Mutūn wa-Dawr al-Insān: al-Tafakkur al-Hirmīniwtīkī fi’l-Islām ‘ind Muhammad Mujtahid Shabistarī

Roxanne D Marcotte
* The University of Queensland, Australia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2011.491.191-198

Abstract


Isu penafsiran dan interpretasi teks apapun, terutama teks agama, masih menyita banyak peneliti yang mencoba mencari solusinya. Ini karena proses penafsirannya tidak begitu naif karena tumpang tindih dengan berbagai faktor yang membuat proses ini rumit. Artikel ini mengungkapkan pendapat ilmuwan Iran, Muhammad Mujtahid Shabstari, dalam proses penafsiran atau Hermeunetik. Proses penafsiran harus melibatkan faktor-faktor penafsir itu sendiri terlebih dahulu, dan teks kedua, dan isu menempatkan makna teks di lingkungan baru. Penelitian ini mengarahkan peneliti pada kesimpulan bahwa segala jenis proses semacam itu tidak bersifat final dan tidak memperoleh interpretasi yang benar, hanya menyangkal interpretasi lainnya, namun juga rentan terhadap kesalahan dan pada masing-masing akibat dampak dari kepentingan kepentingan penafsir.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2011 Roxanne D Marcotte

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.