Religion: An Ambiguous and Questionable Concept

Djam'annuri Djam'annuri
* IAIN Sunan Kalijaga, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2004.422.295-318

Abstract


Hampir sebagian besar ahli ilmu agama, jika bukan seluruhnya, tentu akan sepakat dengan definisi agama sebagai buah hubungan manusia dengan sesuatu yang dianggap suci. Dalam sepanjang sejarah, agama dalam pengertian seperti itu memang selalu dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat manusia. Tetapi, mereka akan berbeda-beda pendapat ketika berusaha mendefinisikan dan menjelaskan agama sebagai sebuah konsep. Sungguh, agama sebagai sebuah konsep, memiliki pengertian  yang berbeda-beda. Agama adalah sebuah konsep yang ambigu, sebuah konsep yang mempunyai banyak pengertian, seperti diperlihatkan oleh tulisan ini.

Perbedaan pengertian seputar konsep agama itu telah menyebabkan pemahaman tentang agama menjadi semakln kompleks dan rumit. Semua agama yang ditemukan dalam sejarah diklasifikasikan berdasarkan sekurang-kurangnya tujuh kriteria, mulai dari kriteria yang bersifat paling subjektif hingga kriteria yang dianggap paling objektif. Ketujuh kriteria tersebut adalah normatif,

Geografis, etnografis-linguistik, filosofis, morfologis, dan fenomenologis. Berdasarkan klasifikasi ini dapat disimpulkan bahwa secara akademik konsep agama mencakup sebuah fenomena keyakinan dan perilaku manusia yang sangat luas yang tidak terbatas pada apa yang disebut " agama-agama besar dunia". Agama-agama mempunyai persamaan  dan perbedaan seperti secara singkat diperlihatkan pada akhir tulisan ini.


Keywords


tradition, theology, monotheism, psychology, manifestation of God

Full Text:

PDF




Copyright (c) 2004 Djam'annuri Djam'annuri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.