Save Indonesia By and From Sharī-a: A Debate on the Implementation of Sharī-a

Ahmad Bunyan Wahib
* UIN Sunan Kalijaga, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2004.422.319-34I

Abstract


Perdebatan tentang penerapan syariat Islam di Indonesia memiliki sejarah cukup panjang, Bermula dengan ‘Piagam Djakarta" yang memuat tujuh kata "dengan kewadjiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknja", pasca kemerdekaan. Pada Orde Lama (Soekarno) dan Orde Baru (Soeharto) perdebatan penerapan syari'at Islam tertutup, terutama setelah keluanya Dekrit Presiden 1959 serta kebijakan negara (Orde Baru) untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas bernegara. Di kalangan muslim sendiri penerapan syari'at Islam di perdebatkan. Sebagian mendukung dan sebagian menolak. Dukungan terhadapnya disuarakan oleh Islam garis keras, sedangkan Islam liberal menolaknya.


Keywords


public sphere, liberal Islam, fundamentalist Islam, implementation of shari'a.

Full Text:

PDF




Copyright (c) 2004 Ahmad Bunyan Wahib

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.