Critical Study on The Concept of al-Ṣaḥāba Kullahum ‘Udulun in ‘Ilm al-Ḥadīth

Barmawi Mukri
* UIN Sunan Kalijaga, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2004.422.343-361

Abstract


Sahabat adalah orang-orang muslim yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad saw dan pernah bergaul dengan beliau secara langsung dan ketika mati mereka itu masih tetap sebagai orang yang beiman. Mereka ini merupakan generasi awal yang beriman kepada ajaran Nabi Muhammad dan yang menerima ajaran Islam (hadis-hadis Nabi) secara langsung dari beliau. Mereka ini sangat taat kepada Nabi sehingga tidak mungkin mereka itu berani berkhianat dan berbohong dengan sengaja dalam meriwayatkan hadis Nabi. Mereka pada umumnya bersifat ‘adil, iqah dan .dābi. Akan tetapi karena sahabat Nabi itu adalah sebagai manusia biasa maka kemudian jika ditemukan sekelompok kecil dari mereka yang tidak ‘adil, iqah dan .dābi  karena menurut data historis mereka ini terbukti termasuk golongan orang munafik atau fasik, maka periwayatan hadisnya harus ditolak. Hal ini dimaksudkan tidak lain untuk menjaga kemurnian ajaran Islam yang berasal dari Nabi. Jadi dengan demikian kaidah al-aāba Kullahum ‘Udulun tidak berlaku secara umum.

Keywords


companion (ṣaḥāba), follower (tābi'in), 'adil, transmitters, ulama’

Full Text:

PDF




Copyright (c) 2004 Barmawi Mukri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.