Exploring The Life of Hamzah Fansuri a Historical Study

Ainur Hadi
IAIN Ar-Raniry

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2003.412.277-306

Abstract


Ditengah kelangkaan sumber dalam melakukan kajian mengenai Hamzah Fansuri, terdapat beberapa petunjuk -betapapun masih bercerai berai- yang dapat diangkat dari karya sajaknya yang mampu memberikan beberapa informasi yang mampu memberikan beberapa informasi mengenai kehidupan tokoh sastrawan sufi ini. Petunjuk ini juga didukung oleh beberapa sumber sejarah yang ada. Dilahirkan di Barus, Hamzah melakukan perjalanan ke beberapa penjuru dunia Islam dengan tujuan melakukan kajian Islam. Hal ini pada akhirnya membawa beliau menjadi seorang penganut dan arsitek aliran wujudiyyah yang terpenting di Kawasan ini. Hubungannya dengan pusat kekuasaan di Aceh pada saat itu kelihatannya harmonis, namun pada saat yang sama juga kritis terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh para penguasa dan petinggi kerajaan. Hal ini dilakukan demi kepentingan masyarakat luas. Dalam konteks inilah perhatian diberikan oleh Hamzah secara lebih spesifik, sebagai yang tercermin di dalam berbagai petuah keagamaannya kepada masyarakat -meskipun hal ini dilakukan di bawah panji-panji ajaran wujudiyyah. Adalah concern keagamaan, social dan politik yang tinggi yang ia berikan yang pada gilirannya memberikan kontribusi yang besar bagi keberhasilan Hamzah dalam missi keagamaan.


Keywords


Hamzah Fansuri; Wujudiyyah, Bustan al-salatin, poem, tasawuf

Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Ainur Hadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.