Demythologizing the Narratives of the Qur'a'n: Muhammad 'Abduh's and Bint al Shati"s Account of 'Ad, Thamud, and Pharaoh, Q. 89: 6-10'

Al Makin Al Makin
Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2002.11.80-97

Abstract


Dalam al-Qur'an terdapat banyak cerita (kisah) yang terjadi jauh sebelum al-Qur'an diturunkan seperti kisah tentang rasul-rasul dan ummatnya sejak Adam hingga Muhammad. Para mufassir klasik seperti Tabari sering menceritakan secara detail kisah-kisah tersebut yang berdasarkan tidak hanya pada al-Qur'an, tapi lebih pada riwayat-riwayat. Masing-masing kisah sering mempunyai beberapa versi lengkap sebagaimana kisah-kisah Israiliyat. Berbeda dengan mufassir klasik, para mufassir modem  cenderung tidak menceritakan secara lengkap cerita-cerita tersebut. Mereka mencoba untuk memahami bagian-bagian penting dari kisah-kisah tersebut dan menginterpretasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam kisah tersebut dalam konteks modern ini. Artikel ini mencoba untuk melihat pendekatan dua mufassir modem, yaitu Muhammad'Abduh dan 'A'ishah 'Abd al-Rahman Bint al-Shati', dalam  Mengitepretasikan kisah kaum 'Ad, Thamud dan Fir'aun dalam al-Qur'an.


Keywords


israiliyat: mufasir; Muhammad Abduh; 'A'ishah 'Abd al-Rahman Bint al-Shati';

Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Al Makin Al Makin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.