Reconciling the Differences; Shah Wali Allah's Concept of Ijtihad and Taqlid

Ro’fah Mudzakir
* Sunan Kalijaga State Islamic University, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2002.402.304-324

Abstract


Sejak ijtihad dinyatakan ditutup oleh para ulama pada abad pertengahan, berbagai fenomena taqlid menjadi dominan di negara negara Muslim. Hal ini pulalah yang kemudian ikut berperan dalam menjadikan terpuruknya negara-negara Muslim, baik secara sosial maupun politik. Shah Wali Allah yang kita kenal sebagai pembaharu Islam di India, ternyata memulai pembaharuannya di bidang Fiqh. Pemerintahan Mughal India oleh Shah Alam Bahadur Shah, anaknya Awrangzeb, mengalami masa krisis sehingga banyak terjadi konflik yang menyebabkan kemunduran Islam dalam percaturan politik. Shah Wali Allah akhirnya tampil dan melakukan banyak pembaharuan, terutama pembaharuan pemikiran dalam Islam. Di antara pembaharuan Shah Wali Allah yang terkenal adalah dibukanya ijtihad untuk menghilangkan berbagai taqlid yang ada pada umat Islam. Artikel ini berusaha untuk melihat lebih dekat pada konsep ijtihad dan taqlid yang ditawarkan oleh Shah Wali Allah. Selain itu, akan dilihat pula latar belakang sosial dan politik yang sangat berpengaruh terhadap konsep-konsep pembaharuan Shah Wali Allah.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Ro’fah Mudzakir

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.