Ibn Taymiyyah: His philoshophical Thought on Causality.

S Sumedi
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2000.382.374-390

Abstract


Ibn Taymiyyah, menurut penulis artikel ini, banyak disalahpahami. Ia lebih dikenal sebagai seorang tokoh yang anti-rasionalis, pemikir literal dan teolog revivalis, ketimbang seorang filosof. Berangkat dari sini lah artikel ini ingin melacak pemikiran filosofis Ibn Taymiyyah dengan merekonstruksi pemikirannya tentang kausalitas. Sebuah upaya yang tidak mudah memang, karena Ibn Taymiyyah tidak menulis satu buku tersendiri tentang hal ini. Upaya rekonstruksi dilakukan dengan melacak konsep itu yang masih terserak di berbagai karyanya. Maka dipilihkan pengkajian atas beberapa kata kunci yang mengekspresikan kausalitas itu. Dalam kata benda: sabab, al-‘illah, al-muatstsir, al-sababa, al-mūjid and al-ḥadats dalam kata kerja: sabbaba, 'allala, awjada, aḥdatsa, dan atstsara. Sementara kata yang mengekspresikan prosest ransformasi dari sebab keakibat (causationa) dalah al-ta'lil, al-ta'tsir, dan al-iḥdāth, sedangkan efek yang diproduksi oleh sebab diekspresikan dalam kata-kata: al-musabbab, al-ma’lūl, al-muḥdats dan al-muatstsar. Setelah membahas selintas tentang sejarah hidup Ibn Taymiyyah, penulis kemudian membahas sub-sub tema berikul kausalitas dan kausasi, elemen-elemen kausasi, macam-macam sebab, persepsi-rasa dan kemampuan akal, statemen-stetemen empirik, dan kausasi dan kemungkinan peristiwa melingkar tanpa batas (daur atau tasalsul).


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 S Sumedi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.