Indonesia’s (Future) Civil Society: Examining Its Religio-Cultural Basis

Bahtiar Effendy
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1999.3764.24-38

Abstract


“Civil Society” merupakan istilah yang sampai sekarang masih hangat diperdebatkan. Ada relasi antara Civil Society dengan demokrasi, dalam hal ini berkaitan dengan pengertian demokrasi itu sendiri. Dalam hal ini, disamping uraian tentang apa "civil Society” itu, yang lebih menarik adalah bantahan penulis terhadap tesis bahwa Islam tidak sesuai bahkan bertentangan dengan ide-ide demokrasi, dalam hal ini dengan civil society. Demokrasi hanya cocok untuk masyarakat Barat atau negara-negara Eropa dengan koloninya. Menurut penulis, pendapat ini muncul karena pandangan mereka hiang monolitik dalam memahami Islam. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan mereka tentang hakekat Islam yang sebenarnya. Sementara dalam pandangan penulis, lslam adalah agama yang polyinterpretable. Dan yang pasti tidak ada diktum yang sah dan logis bahwa Islam bertentangan dengan sistem politik modem (demoknrsi). Lalu bagaimana affinitas nilai-nilai Islam dengan ide tentang Civil Society Dan bagaimana dengan Indonesia dengan situasi politiknya sendiri? Inilah hal-hal yang iuga dicoba diuraikan dalarn Makalah ini.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Bahtiar Effendy

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.