Book Review

Muhammad Adib Hamas
State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1999.3764.245-249

Abstract


Sesuai dengan judulnya, dalarn buku ini, Haifaa A.Jawad, dosen senior pada program studi Islam dan Timur Tengah di westhill college Birmingham, mengetengahkan substansi ajaran lslam mengenai hak-hak perempuan, baik dalam wilayah domestik ataupun publik. Perbincangan diawalinya dengan penolakannya terhadap pandangan kaum feminis Barat yang mengeklaim bahwa ajaran islam sangat membelenggu dan mensubordinasi perempuan. Mereka menggambarkan Islam lebih sebagai "ajaran penindas" (oppressor) daripada sebagai "kekuatan pembebas" (liberator). Pada akhirnya, mereka kemudian mengajak kaum perernpuan untuk menanggalkan "baju" ajaran yang menindas itu dan menggantikannya dengan paradigma barat yang, menurut mereka, merupakan ‘ajaran’ alternatif yang lebih tepat. Tetapi,  Haifa juga tidak sependapat dengan kaum fundamentalis yang begitu "mantap" menegaskan keunggulan ajaran lslam, padahal pandangan mereka itu, tegasnya, sarat dengan nuansa apologis dan pemahaman yang dogmatis-ahistoris. Menurut Haifaa, kedua pandangan tersebut sama-sama mengandung kelemahan yang sangat mendasar. Jika yang pertama sangat diwarnai oleh bias reduksialistik, maka yang kedua sangat bercorak bias idealistik. Menurutnya. keduanya sama-sama muncul dari pemahaman yang tidak tepat (a fallacy) mengenai posisi perempuan dalam perspekrif Islam (hlm. viii-ix.).

 


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Muhammad Adib Hamas

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.