Cultural Acculturation of Javanese Islam: A Critical Study of the Slametan Ritual

Masdar Hilmy
State Islamic University (UIN) Sunan Ampel, Surabaya, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1998.3662.14-32

Abstract


Upacara slametan merupakan topik perdebatan klasik di kalangan kaum muslimin. Masalah pokoknya terletak pada pertanyaan apakah praktek slametan itu islami atau tidak. Meskipun perdebatan mengenai slametan ini sempat terhenti, tetapi ia masih mendatangkan problem teologi yang bersifat inklusif. Di kalangan para sarjana asing, sebagaimana dibahas dalam tulisan ini, slametan mampu menarik perhatian dan mengundang penelitian yang menimbulkan kontroversi lebih jauh. Setidak-tidaknya, kontroversi itu sendiri berasal dari tiga faktor pokok yang terkait. Pertama, faktor perbedaan dasar teoritik yang dipakai oleh para ilmuwan dalam pengamatan mereka. Sebaliknya perbedaan dasar teoritik itu sendiri membawa pada faktor yang wajar, yaitu perspektif satu sisi; dan faktor terakhir adalah konteks historis dimana dan kapan penelitian dilakukan. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjadi “Jembatan akademik" antara posisi-posisi tersebut. Dalam membicarakan pokok permasalahan, analisis campuran, perspektif antropologi dan teologi akan ditawarkan. Paduan antara kedua analisis itu dimaksudkan agar ada keseimbangan dalam melakukan analisis. Persoalan apakah secara teologis slametan itu sendiri segaris dengan ajaran Islam, bukanlah merupakan perhatian tulisan ini. Tetapi tulisan ini memiliki dua tujuan: pertama melakukan analisis singkat dua teori mayor tentang slametan dari Geertz dan Woodward. Kedua, memaparkan unsur-unsur slametan mana yang berasal dari Islam dan mana yang lebih dipengaruhi oleh budaya Jawa lokal.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Masdar Hilmy

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.