Islamic Jurisprudence of Christian-Muslim Relations: Toward a Reinterpretation

Syamsul Anwar
State Islamic University (UIN) Walisongo, Semarang, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1997.3560.128-153

Abstract


Tulisan in mengkaji fiqih hubungan Islam-Kristen dengan focus pada masalah penelusuran kemungkinan reinterpretasi ketentuan-ketentuan hukum Islam mengenai masalah ini.  Kajian ini bertitik tolak pada suatu tesis bahwa fiqih Islam mengenai hubungan Islam Kristen yang ada terbentuk dalam kondisi-kondisi historis tertentu dan berdasarkan pada beberapa teori hukum Islam yang diterima luas seperti teori nasakh dan teori asbabun-nuzul. Menurut teori nasakh, hukum (Islam) didasarkan pada teks (nas) terakhir, sedangkan hukum yang didasarkan kepda nas terdahulu yang Bertentangan dengan Nas terakhir dinyatakan dibatalkan. Ini berarti bahwa nas terakhir menggambarkan ketentuan hukum final.Dalam tulisan ini penulis berargumentasi, dengan merujuk kepada teori-teori asy-Syatibi (w, 790/1388), bahwa hukum harus disimpulkan secara induktif tematis dari keseluruhan teks (nas) yang relevan dan tidak hanya dari nas terakhir, bahkan seperti dinyatakan oleh asy-Syatibi, nas-nas Makkiah merupakan fundamental hukum. menyangkut teori asbabun-nuzul, kita perlu memperluasnya hingga tidak terbatas-pada kasus-kasus dan konteks individual melainkan mencakup kondisi sosial historis masyarakat saat terbentuknya teks secara umum. Kesimpulannya antara lain adalah bahwa teks-teks al-Qur'an dan hadis mengenai hubungan Islam-Kristen lebih menggambarkan sikap sezaman dalam menanggapi respon yang diberikan oleh Ahlul-Kitab terhadap Islam. Oleh karena itu masih terbuka ruang untuk reinterpretasi hukum Islam mengenai hubungan Islam-Kristen sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Syamsul Anwar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.