Muslim Fertility In Indonesia a Feature of Proximate Determinants of Java-Bali

Akhmad Rifai
State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1997.3560.224-245

Abstract


Studi ini mencoba melihat dan mengurai perbedaan dan faklor yang mempengaruhi fertilitas muslim di Indonesia, khususnya Jawa dan Bali. Bersamaan dengan itu, dicoba pula melihat seberapa dalam pengaruh itu memberikan kontribusi pada fertilitas muslim tersebut. Praktek dan kebijakan fertilitas secara umum banyak berhubungan dan dipengaruhi oleh agama. Coale (1973) mengemukakan bahwa gereja memainkan peranan yang demikian penting di dalam mempengaruhi percepatan dan waklu transisi fertilitas di Eropa. Demikian Juga hal yang Terjadi di negara-negara Sub-Sahara Afrika, penurunan fertilitas sangat tergantung pada system kepercayaan agama di sana. Di negara Arab yang penduduknya kebanyakan beragama Islam, tingkat fertilitasnya lebih besar dari negara non-Arab. Sementara itu, di negara-negara Islam pun tingkat fertilitasnya juga tidak kalah besar dari negara non-islam. Bersamaan dengan tingginya tingkat fertilitas ini, baik di negara Arab dan Islam, tingkat pendidikan dan kesehatan penduduknya sangat memprihatinkan. Di Indonesia, jumlah penduduk muslim dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan, 86.3 persen tahun 1995 (Jawa dan Bali 92.3 persen). Namun secara absolut jumlah ini terus meningkat tahun 1995 penduduk muslim Indonesia sekitar 167 juta dan 111 juta berada di Jawa dan Bali. Sedangkan tingkat fertilitas muslim Indonesia juga masih yang terbesar disbanding dengan yang non muslim. Kebijakan kependudukan lndonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, mengarah pada pembangunan sumber daya manusia. Tujuannya agar pembangunan nasional yang sedang berlangsung lebih efektif dan punya nilai lebih, serta meningkatkan kualitas kehidupan bangsa. Upaya ini ditempuh dengan cara mengontrol tingkat pertumbuhan penduduk melalui upaya penuntnan tingkat fertilitas dan mortalitas. Melalui program Keluarga berencana upaya ini telah banyak menunjukkan hasil. Meningkatnya kesehatan keluarga (terutama ibu dan anak) serta terwujudnya keluarga kecil bahagia dan sejahtera merupakan gambaran dari keberhasilan ini. Keluarga muslim Indonesia adalah yang terbanyak merasakan peningkatan ini. Melalui penelusuran data dan melihat pada berbagai upaya penerapan program tadi, telah ditemukan bahwa ada perbedaan gambaran fertilitas muslim pada masing-masing propinsi di Jawa dan Bali. Bali memperlihatkan angka fertilitas muslimnya yang paling tinggi, kemudian diikuti oleh Jawa Barat dan yang paling rendah adalah propinsi Jawa Timur. Sedangkan konstribusi pada menurunnya angka fertilitas, praktek pemakaian kontrasepsi modern menempati posisi paling tinggi. Konstribusi faktot postpartum infecundability menempati posisi kedua dan yang paling akhir adalah konstribusi dari indek perkawinan. Indek perkawinan ini menunjuk pada semakin tingginya umur kawin pasangan suami istri muslim lndonesia.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Akhmad Rifai

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.