Eontemporary Islamie Renewal in Indonesia

Azumardi Azra
State Islamie University (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1996.3459.41-58

Abstract


Artikel ini memfokuskan perhatianya pada kajian tentang kebangkitan Kembali dan reinvigurasi Islam dalam kehidupan soeial dan politik di Indonesia sebelum membahas masalah tersebut  Azvumardi Azra mengemukakan serangkaian kebijakan Pemerintah yang keres terhadap umat Islam sehingga menyebabkan terjadinva ketegangan dan konflik antara pihak yang perama dengan pihak yang kedua Di bidang politik, kebiiakan-kebijakan pemerintah sangat ketat  dan keras berkaitan dengan penolakannya terhadap rehabilitasi partai Masyumi, pembersihan terhadap Mereka yang diasosiasikan sebagai penganut politik gerakan Darul Islam/tentara Islam Indonesia, penumpasan gerakan 'Komando Jihad' dan penangkapan terhadap para penentang kebijakan asas tunggal Paneasila.kebijakan pemerintah ini terkesan seolah-olah telah terjadi proses 'depolitisasi' Islam di Indonesra Di bidang kehidupan sosial keagamaan, Pemerintah juga mengambil sikap, ketat dan kebiiakan keras, yang serupa terhadap umat Islam. Hal ini misalnya dapat di lihat dari kebijakan pemerintah ketika mengajukan RUUP (Rancangan Undang-Undang Perkawinan) ke DPR pada tahun 1973. Yang di pandang oleh umat Islam sebagai muatan sekuler karena tidak mengindahkan nilai-nilai perkawinan yang Islami. Kebijakan lain yang diambil Pemerintah adalah mengakui secara resmi dan memasukkan aliran kepercayaan ke dalam GBHN. Yang ditanggapi oleh kalangan lslam sebaqai telah menempatkan aliran kepercayaan itu setingkat dengan agama. Secara pelan tetapi pasti, keadaan tersebut di atas mulai berubah pada akhir tahun 1980-an menyusul penerimaan kebijakan asas tunggal oleh umat Islam. Menurut penulis, faktor-faktor internasional dan domestik telah ikut memberikan kontribusi terhadap terjadinya perubahan ini " Artikel ini lebih mengkonsentrasikan  untuk menyoroti indikator-indikator internal bagi munculnya Kembali lslam kultural ini dapat disebut antara lain  pembentukan Yayasan Amal Bhakti muslim Pancasila, pengiriman da'i ke daerah-daerah transmigrasi, pembentukan Bank Mu'almalat. Maraknya pembentukan kelompok-kelompok remaja maslid, merebaknya kajian-kajian Islam di berbagai kampus Perguruan tinggi, Meningkanva jumlah umat lslam yang menunaikan haji dan berkembangnya aktivitas-aktivitas dakwah dan pengajian-pengajian baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan para birokrat dan para eksekutif. Reinvigorasi Islam di bidang politik ditandai dengan pembentukan ICMI (lkatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia) yang pendirianya mendapat persetujuan dan restu dari Presiden Soeharto sendiri Banvak tokoh-tokoh ICMI yang mendapatkan posisi-posisi penting dalam jabatan politik dan pemerintahan. Indikator-indikator di atas, dalam pandangan penulis, merupakan tanda-tanda yang baik bagi kebangkitan Kembali islam untuk menuju kearah kebangkitan yang sebenarnya adalah bagaimana menghilangkan. paling tidak mengurangi  anggapan entusiasme agama dan praktik-praktik sosial pada dataran kehidupan nyata. Hal ini penting disadari oleh umat Islam. karena masih banvak praktik yang tidak Islami yang harus dihadapi dan ditanggulangi oleh mereka seperti korupsi. ketidakadilan, penvalahgunaan kekuasaan. dan etos sertadisiplin kerja yang lemah. Oleh karena itu, menurut penulis, jika umat Islam benar-benar serius untuk membangkitkan kembali lslam dan umatnya, mereka harus membangun suatu korelasi yang lebih baik antara entusiasme agar mereka dengan kerja-kerja sosial pada dataran kehidupan nyata. Jika tidak, revivalisme Islam dalam arti yang sesungguhnya hanya akan merupakan suatu illusi.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Azumardi Azra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.