Etika Penelitian (Suatu Langkah Awal Mencari Dari Sudut Pandang Keislaman)

Alef Theria Wasim
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1995.3358.106-109

Abstract


Dasar penelitian adalah mencari kebenaran. Kata kebenaran itu sendiri mempunyai dua pengertian yaitu kebenaran mutlak (yang sering disebut dengan kebenaran doktriner, kebenaran teologis, dan kebenaran qaṭ’iy dan kehenaran Sunnatu 'l-Lāh. Dari dua pengertian ini masih dapat dibedakan lagi pada sifat keduanya. Mencari kebenamn mutlak lebih berhubungan dengan masalah yang sifatnya ghayh dan mencari kebenaran sunnatu 'l-Lāh lebih berhubungan dengan masalah yang sifatnya shahadah, fenomenal. Dari literatur klasik -- dilihat dari dimensi manusia --ada dua ilmu yaitu  'ilm al-ghayh dan 'ilm al-shahādah. Corak keduanya ini juga berbeda. 'llm al-ghayb mempunyai corak wahyuwi (corak revelatif) dan 'ilm al-shahādah mempunyai corak selain alam (natur) juga sosial/ humaniora (sering disebut sebagai ilmu sosial dan budaya).


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Alef Theria Wasim

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.