Kenabiaan (Sebuah Agenda Filsaft Islam)

Abdul Basir Solissa
UIN Sunan Kalijaga, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1994.3257.13-30

Abstract


Fazlur Rahman menyebut kenabian sebagai suatu fenomena universal, sebab tidak ada satu bagian bumi pun yang tidak pernah menyaksikan kehadiran seorang Nabi. Pendapat ini didasarkan pada al-Qur'an, 40 : 78 dan  4: 164:

 

"Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan diantara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu'jizat, melainkan dengan seizin Allah: maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil"

 

 "Dan (Kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu dan Rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung."

 

Rasul atau Nabi-nabi itu diutus kepada kaum mereka, tetapi ajaran yang mereka bawa bersifat universal dan harus diyakini oleh semua manusia. Oleh sebab itu maka kenabian adalah satu mata rantai panjang yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Di dunia filsafat Islam, kajian tentang kenabian adalah esensial, karena selain berkaitan dengan prinsip pokok ajaran Islam, juga merupakan suatu perkembangan pemikiran kefilsafatan yang bersumber dari ajaran Islam, dan oleh karena itu ia merupakan suatu bidang kajian tersendiri khas Islam. Ini tidak berarti mengesampingkan pikiran-pikiran yang mungkin ada di luar Islam tentang kenabian, namun pokok kajian ini agaknya memiliki karateristik dan kecenderungan yang khas Islam. Kajian tentang kenabian sebagai obyek pemikiran kefilsafatan tidak dimaksud untuk menggugat otoritas para Nabi (kecuali barangkali al-Razi) dan meragukan kenabiannya, tetapi pembahasan itu justru merupakan panggilan religiusitas dan upaya peneguhan terhadap kenabian itu sendiri.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Abdul Basir Solissa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.