Masalah Wanita Menjadi Pemimpin Dalam Perspektif Fiqih Siasah

Syamsul Anwar
State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1994.056.40-47

Abstract


Masalah yang akan ditinjau dalam tulisan ini adalah dapatkah Wanita menjadi pemimpin, baik pemimpin negara/pemerintahan maupun pemimpin dalam jabatan-jabatan lain menurut ketentuan hukum Islam. Masalah ini mungkin sudah kuno dilihat dari perspektif pemikiran masa kini, akan tetapi dalam konteks fiqih siasah amat langka fuqaha (ahli-ahli hukum Islam) yang membenarkan wanita menjadi pemimpin baik sebagai kepala negara/pemerintahan maupun dalam jabatan lain. Hal ini dikarenakan adanya hadis sahih dari Nabi yang berbunyi (terjemahnya), "Tidak akan beruntung suatu kaum yang mengangkat wanita menjadi pemimpin mereka". Berikut ini akan dipaparkan bagaimana argumen para ulama itu dan sejauh mana pendapat mereka bisa diterima.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Syamsul Anwar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.