Hukum-Hukum Sejarah (Penelusuran terhadp Konsepsi Al-Qur’an)

Siti Mariyam
State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1994.550.8-17

Abstract


Peristiwa   sejarah seringkali   dipandang sebagai satu   kenyataan   yang terjadi   secara    kebetulan, tanpa    ada    hukum   maupun    ketentuan    yang meogaturnya. Ataupun sebaliknya, ia dipandang sebagai satu lakon sandiwara yang sudah ditentukan skenarionya oleh sang sutradara dan yang pelakunya tidak bisa mengubah   alur ceriteranya.   Kalau peristiwa sejarah dikatakan sebagai   peristiwa   kebetulan, berarti perbuatan   manusia tidak mempunyai makna. Padahal sebelum berbuat, meskipun tidak selalu, manusia mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu atau   ada   yang   mendorongnya   untuk berbuat dan, lebih jauh lagi, ada sasaran yang ingin dituju.  Sementara itu, manusia juga sering merekayasa perbuatan-perbuatannya sehingga melahirkan alur cerita yang "menyimpang" dari apa yang seharusnya. Melihat  peristiwa sejarah  berarti melihat  peristiwa-peristiwa yang  unik. Lalu dari peristiwa-peristiwa yang unik itu dapatkah diambil generalisasi? Adakah hukum-hukum tertentu dalam sejarah'? Adakah gerak maju atau evolusi dalam sejarah?   Semua itu adalah sebagian dari persoalan yang dibicarakan dalam disiplin filsafat sejarah. Al-Qur'an banyak   berbicara   tentang   kisah-kisah   masa   Iampau umat manusia. Ada yang secara konkrit dan rinci, ada pula yang secara global, ada yang eksplisit dan ada yang implisit. AI-Qur'an juga menyeru agar manusia mengkaji peristiwa-peristiwa masa lampau itu dan mendorong manusia agar melakukan   penyelidikan yang   menyeluruh    dan   tuntas   mengenainya.   Di samping   itu, AI-Qur'an juga   memuat   konsep-konsep   filosofis   mengenai sejarah. Penulisan ini merupakan penelusuran terhadap konsepsi Al-Qur'an mengenai hukum-hukum sejarah. Penelusuran ini dilakukan dengan memakai metode   maudit (tematik).   Ayat-ayat yang   terkait   dengan   tema pokok, meskipun secara harfiah tidak, diangkat untuk kemudian dijelaskan dalam kerangka pemikiran filsafat sejarah.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Siti Mariyam

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.