Benturan Kebudayaan?

Samuel P. Huntington
Harvard University, United States

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1993.053.1-26

Abstract


Perilaku dunia politik sedang memasuki suatu tahapan baru, dan para, cendekiawan tidak ragu-ragu mengobral pandangan tentang apa yang akan terjadi --berakhirnya sejarah, kembalinya permusuhan tradisional antara negara-negara bangsa dan runtuhnya negara bangsa antara lain-lain karena konflik tarik-menarik antara gagasan kesukuan dan gagasan globa masing-masing pandangan ini mengandung aspek-aspek realitas yang akan muncul. Tetapi pandangan-pandangan itu kehilangan aspek utama yang sangat penting tentang kira-kira seperti apa perilaku politik global itu pada tahun-tahun yang akan datang. Saya berhipotesa bahwa sumber konflik yang terpenting di dunia baru ini bukanlah terutama bersifat ideologis atau bersifat ekonomi. Perbedaan-perbedaan terbesar antar umat manusia dan sumber konflik yang paling dominan adalah kultural. Negara-negara bangsa akan tetap menjadi pelaku paling berjaya dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia, tetapi konflik pokok dari perilaku politik global akan terjadi antara bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok yang berbeda kebudayaan. Benturan kebudayaan akan menguasai perilaku politik global. Garis rawan antara kebudayaan-kebudayaan akan menjadi ajang peperangan masa depan.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Samuel P. Huntington

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.