Hadis Palsu

Abdul Chaliq Muchtar
State Islamie University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1993.052.38-58

Abstract


Hadits palsu menurut istilah Ilmu Hadits disebut "maudlu" ialah bentuk isim maf'ul dari kata-kata wadla'a yadla'u wadl'an artinya yang diletakkan, yang dibiarkan, yang digugurkan (masquth), yang ditinggalkan (matruk), yang dibuat-buat (mukhtaliq), dapat juga diartikan sebagai judul pidato atau makalah. Jika perkataan maudlu' dihubungkan dengan nama sebuah hadits maka menurut istilah ilmu hadits ialah:

مانسبالىالرسول صلى الله عليه وسلم اختلافاوكذباممالم يقله اويفعله اويقره

Sesuatu yang dibuat-buat dan dipalsukan berasal dari Nabi, padahal Nabi tidak pernah mengatakan, tidak pernah mengerjakan dan tidak pernah menyatakan hal itu. Membuat hadits palsu adalah larangan keras dalam Islam, karena merusak agama dan membohongi Rasul. Beliau bersabda:

ان كذباعلي ليس ككذب على احد,ومن كذب علي متعمدافليتبوامقعده من النار(رواه كتب السنه)

Berdusta atas namaku, tidak sama dengan berdusta atas nama orang lain. Barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku, bersiap-siaplah untuk menempati neraka.


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 Abdul Chaliq Muchtar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.