Ibn’ Arabi Adalah Seorang Mistik

R Romdon
State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.1990.043.26-37

Abstract


Untuk menamakan Ibn'Arabi sebagai mistik, atau orang mistik, maka perlulah kiranya lebih dahulu dipastikan apa maksud mistik dan juga mistikisme. Untuk itu akan dilihat beberapa kamus dan juga encyclopedia. Dari sana akan diidentifikasi apa-apa saja kiranya aspek mistikisme itu. Mistikisme adalah kepercayaan atau pengalaman dari seseorang mistik, kepercayaan bahwa pengetahuan terhadap Tuhan atau kebenaran yang nyata dapat dicapai melalui meditasi atau kesadaran batin terleps dari akal pikiran.) Di situ yang dipersoalkan hanyalah pengetahuan tentang Tuhan atau hakekat segala sesuatu. jadi belum mempersoalkan menjadi Tuhan atau bersatu, menyatu dengan Tuhan. Tentang jalan mistik juga di situ baru menyebutkan jalan meditasi, belum atau tidak menyebutkan jalan atau cara yang lain. Berikut ini akan dikemukakan uraian dalam Dictionary of Philosophy.  Setelah dikemukakan uraiannya, seterusnya akan dicoba pula untuk memetic pokok-pokoknya. Mistikisme dalam arti yang paling sederhana dan pokok adalah suatu bentuk agama yang menekankan kesadaran yang langsung dan intim akan kehadiran Tuhan. Jadi merupakan agama pada taraf yang sangat kuat dan mendalam. Perkataan itu mempunyai asal-usul dari Mystery Religions. Pemeluk agama yang telah mengetahui segala rahasia dinamakan mystes.

 


Full Text:

PDF




Copyright (c) 2022 R Romdon

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.