Pesantren, Peace Building, and Empowerment: A Study of Community Based Peace Building Initiatives

Badrus Sholeh
* Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta, Indonesia

DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2005.432.327-347

Abstract



Pesantren telah menjadi bagian tradisi keislaman di Indonesia, yang menggabungkan kajian dan budaya Islam Timur Tengah dengan tradisi lokal. Penggabungan tradisi ini menciptakan Islam Indonesia memiliki karakter berbeda dengan Islam di Timur Tengah. Tulisan ini melihat peran pesantren lebih dekat dengan studi kasus pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur. Pesantren ini telah menjadi salah satu pesantren tertua di Indonesia, dengan peran strategis mengembangkan perdamaian dan mewarnai perjalanan peradaban di sekitarnya. Kiprah tiga pesantren menjadi perhatian utama: memediasi hubungan antar agama pasca kerusuhan Situbondo 1996, mendamaikan hubungan antara petani dan perusahaan perkebunan negara dalam pendayagunaan tanah di Bunengan dan konflik tanah di Merak. Kyai, ustadz dan santri menjadi bagian yang menyatu dengan dinamika lokal.

Full Text:

PDF




Copyright (c) 2005 Badrus Sholeh

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.